Selasa, 01 Maret 2011

Angsa dan Atom

Bagaimana membangun tim yang kompak? Trus, apa sih kehebatan tim yang kompak. Jangan tanyakan pada saya, tapi tanyakan pada angsa dan atom. Dua makhluk yang berbeda itu mengajarkan kepada kita tentang bagaimana cara membangun kekompakan tim dan kehebatan apa yang bisa dilakukan oleh tim yang kompak.

Ok, kita tidak berpanjang lebar. Mari kita saksikan apa yang terjadi pada angsa dan atom itu. Pertama, dari angsa kita bisa melihat kehebatan mereka menempuh jarak yang jauh. Mereka terbang dari benua ke benua dengan formasi berbentuk huruf V. Hal tersebut bukan tanpa tujuan, tetapi merupakan sebuah strategi besar yang menyebabkan mereka mampu melakukan pekerjaan besar tadi. Berpindah dari benua ke benua.

Ternyata formasi huruf V menyebabkan kawanan angsa bisa terbang 71% lebih jauh dibandingkan kalau seekor angsa terbang sendirian. Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan daya dukung bagi burung yang terbang tepat di belakangnya. Hal tersebut terjadi karena burung yang dibelakangnya tidak perlu bersusah payah untuk menembus dinding udara di depannya. Hal tersebut menyebabkan burung yang ingin keluar dari kawanan akan berpikir keras. Karena jika ia keluar dari kawanan, maka ia akan membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai di tempat tujuan. Jika pemimpin rombongan mengalami kelelahan, maka ia terbang memutar ke belakang formasi dan angsa lain akan ke depan untuk menggantikan posisinya. Angsa-angsa yang terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara yang riuh untuk saling menyemangati. Hal tersebut terutama dilakukan oleh angsa yang berada di belakang terhadap angsa yang ada di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga. Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka atau ditembak jatuh, dua angsa lain akan ikut keluar dari formasi itu dan mengikuti angsa yang terluka untuk melindungi dan menjaganya. Mereka tingga dengan angsa yang jatuh itu sampai ia mati atau dapat terbang lagi. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau menumpang pada formasi lain untuk mengejar rombongannya.

Pada atom, kekuatan kebersamaan terlihat ketika atom-atom itu saling memotivasi. Ketika sebuah gelombang cahaya lewat dan merangsang sebuah atom, maka atom itu mencarkan energinya sedemikian rupa sehingga gelombang cahaya diperbesar lebih jauh lagi. Gelombang cahaya ini akan mendorong atom lain untuk memancarkan energy. Ketika terjadi gelontoran cahaya, maka terbentuklah sinar laser yang kita kenal bersama. Laser memiliki kekuatan memotong baja hingga melakukan pekerjaan-pekerjaan halus, misalnya bedah mata. Selain itu dapat dimanfaatkan untuk meruntuhkan gunung atau untuk kepentingan kecantikan.

Kita bisa belajar banyak dari angsa dan atom. Meski kita sebagai manusia merasa menjadi makhluk yang paling baik, tetapi begitu banyak kekurangan yang kita punya. Dengan belajar pada alam, semoga kekurangan-kekurang itu bisa kita benahi. Seperti pepatah orang Jepang, kanzen! Terus memperbaiki diri sampai mati
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar