Selasa, 01 Maret 2011

Kenapa sih harus nyontek

ini adalah suara hati yang lama terpendam. tetapi suara itu nyaris menyerupai api dalam sekam. tak nampak memang, namun sesungguhnya dia menggelegak dan siap memuntahkan api kepada siapa saja. ya...siapa saja yang mempertahankan budaya tak tahu malu bin pecundang. jadi tukang nyontek! Rasa itu mulai terbit ketika musim ujian menjelang. tindakan-tindakan amoral yang dilakukan oleh sosok yang mengaku intelektual nyaris membuatku terserang super emesis, layaknya perempuan ngidam dua bulan. kenapa perilaku itu begitu menjijikkan. mungkin ini agak berlebihan...tapi sungguh aku sangat membenci perilaku menyontek. sejak dulu mulai bersekolah sampai menyelesaikan gelar kesarjanaan. aku selalu menutup rapat ruang hati bagi sebuah perbuatan yang bernama "menyontek". dan aku membenci semua oknum yang berkontribusi di dalamnya. maka selama aku masih bisa berperang melawan perbuatan itu....maka aku akan terus berjuang. memberantas tindakan asusila dalam dunia cendekia...
wahai.....mahasiswa yang masih berhati nurani....sadarkah engkau bahwa sesungguhnya menyontek adalah cikal bakal bagi perbuatan jelek lainnya. menyontek adalah bibit bagi perbuatan korupsi, kolusi ataupun mencuri. bagaimana tidak, engakau mengakui jerih payah orang lain sebagai milikmu sendiri. engkau mengambil keringat orang lain demi nilai dan martabat dirimu. padahal...belajar itu tak mudah. semua orang berpaya-payah...enak saja engkau langsung melirik sana melirik sini. sungguh tidak tahu malu!
Aku sebenarnya tergolong pendukung aliran kesantunan. semua hal harus dilekatkan dengan kelembutan dan kebaikan. tetapi jika menyangkut perbuatan yang satu ini tak tahu dari mana semua kata-kata kesar beredar di kepalaku. mungkin ini dampak dari rasa tidak suka yang sangat menghujam. karena perbuatan menyontek adalah perbuatan yang diharamkan Allah Subhanahu wa ta'ala
pokoknya....menyontek adalah perbuatan tercela. maka tercela pula semua stake holder yang terlibat di dalamnya. baik yang menyontek ataupun yang memberikan contekan
tidak ada manusia yang lebih bodoh menurutku dari pada orang yang memberikan contekan kepada orang lain. mereka itu tergoleng spesies pahlawan kemalaman...bukan lagi kesiangan. kalau memang engkau pintar, maka berekspresilah pada tempatnya. waktu ujian bukanlah saat yang tepa untuk menunjukkan kecerdasanmu dengan membeberkan semua jawaban yang kau tahu. cukup diam dan selesaikan tugasmu...jangan norak dengan menarik perhatian sehingga teman-temanmu mulai melancarkan aksi kode-kode maut kepadamu. huh....itu bukan perbuatan cendekia!
intinya....ujian adalah evaluasi personal. kita ingin mengukur sejauh mana kemampuan kita dalam menguasai ilmu pengetahuan. ketahuilah, bahwa tahu adalah tingkatan pengetahuan yang paling rendah pada hirarkinya. jika dalam masalah menempelkan pengetahuan di kepalamu saja engakau tak becus..bagaimana mewujudkan pengetahuan itu sebagai laku dalam keseharianmu. ilmu tak diukur dari apa yang kau tahu....tapi ilmu dinilai dari seberapa banyak wujudnya yang kau hadirkan pada dunia
jika engkau adalah intelek sejati maka jauhi tindakan menyontek dalam bentuk apapun. lebih baik bermandi peluh kau belajar untuk melekatkan ilmu itu pada kepala dan hatimu dari pada mengandalkan orang lain untuk menyelamatkan mukamu dari kehancuran.
ada kalanya kita harus berbagi dan bersama orang lain
namun ada waktunya kita harus berjuang sendiri dan bangga menunjukkkan inilah yang dapat kita lalukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar