S
Mungkin anda pernah melihat sebuah bintang meluncur bebas di langit sana. Seolah-olah akan jatuh menuju bumi. Lalu muncullah sebuah takhayul, bahwa itulah waktu terbaik untuk mengajukan permintaan/berdo'a. Konon, permintaan yang diajukan pada momen tersebut tak akan tertolak alias dikabulkan.
Tapi, kok harus saat bintang jatuh. Memangnya benar kalau berdo'a saat bintang jatuh dapat beneran dapat dikabulkan? Eits, tunggu dulu, orang-orang cerdas akan mencari tahu tentang sesuatu sebelum mereka mempercayainya. So, sebelum mempercayai takhyul mendingan kita cari informasi dulu apa sih bintang jatuh itu.
Sebenarnya fenomena yang kita lihat bukanlah sebuah bintang, betulan loh. Itu cuma meteor. Walau dari jauh bintang dan meteor tampak sama, tapi sebenarnya mereka sangat berbeda. Bintang adalah bola gas raksasa yang berpijar, yang terlihat kecil karena jaraknya jauh banget dari bumi. Sedangkan meteor adalah benda padat yang berupa kepingan batu dan logam atau es. Sering kali hanya seukuran kacang polong. Sisa pecahan dari komet atau asteroid.
Nah, meteor ini biang keroknya. Yang terlihat seperti bintang, namun sebenarnya bukan. Ketika diluar angkasa, meteor melintas dalam gelap dan nggak terlihat sama kita. Tapi ketika mendekati bumi, meteor itu terjebak grafitasi. Saat itulah atmosfir bumi kita membuat meteor itu terbakar. Dari jauh, dia terlihat berpijar seperti bintang. Kalau meteornya kecil, paling dia menyala sebentar trus padam deh kayak lilin yang ditiup. Trus dia akan jadi abu. Tapi kalo meteornya lumayan besar, dia akan bertahan dari penerjunan itu. Dan jatuh ke bumi sebagai hujan batu, hi... ngeri.
Sebuah kejadian luar biasa terjadi di Conneticut, AS, pada tahun 1980-an. Sebuah keluarga mendengar suara keras di atap mereka. Sedetik kemudian, sebuah pecahan meteor menembus langit-langit rumah mereka dan menggelinding di bawah meja makan. Mungkin “bintang jatuh”itu ingin makan bersama mereka. Akhirnya keluarga tersebut menyumbangkan sang tamu luar angkasa ke museum sains.
Di bumi, kejadian seperti itu mungkin jarang terjadi, tapi di bulan. Weleh-weleh... luar biasa. Kita dapat melihat dengan mudah tempat-tempat yang ditabrak oleh meteorit. Asal tahu saja, semua kawah dan lubang yang ada di permukaan bulan disebabkan karena tabrakan tersebut.Kalau anda ingin menikmati bintang jatuh lebih sering lagi, datang saja ke bulan. Tapi risiko ditanggung sendiri, misalnya anda ternyata jadi korban salah tabrak. Yang jelas, sekarang kita semua sudah paham, bahwa bintang jatuh hanyalah sebuah fenomena alam. Bukan sebab terkabulnya sebuah do’a. So, kalau mau berdo’a nggak perlu tunggu bintang jatuh lagi. Berdo’a aja dengan sepenuh keyakinan, percaya deh, pasti dikabulkan.
Tapi, kok harus saat bintang jatuh. Memangnya benar kalau berdo'a saat bintang jatuh dapat beneran dapat dikabulkan? Eits, tunggu dulu, orang-orang cerdas akan mencari tahu tentang sesuatu sebelum mereka mempercayainya. So, sebelum mempercayai takhyul mendingan kita cari informasi dulu apa sih bintang jatuh itu.
Sebenarnya fenomena yang kita lihat bukanlah sebuah bintang, betulan loh. Itu cuma meteor. Walau dari jauh bintang dan meteor tampak sama, tapi sebenarnya mereka sangat berbeda. Bintang adalah bola gas raksasa yang berpijar, yang terlihat kecil karena jaraknya jauh banget dari bumi. Sedangkan meteor adalah benda padat yang berupa kepingan batu dan logam atau es. Sering kali hanya seukuran kacang polong. Sisa pecahan dari komet atau asteroid.
Nah, meteor ini biang keroknya. Yang terlihat seperti bintang, namun sebenarnya bukan. Ketika diluar angkasa, meteor melintas dalam gelap dan nggak terlihat sama kita. Tapi ketika mendekati bumi, meteor itu terjebak grafitasi. Saat itulah atmosfir bumi kita membuat meteor itu terbakar. Dari jauh, dia terlihat berpijar seperti bintang. Kalau meteornya kecil, paling dia menyala sebentar trus padam deh kayak lilin yang ditiup. Trus dia akan jadi abu. Tapi kalo meteornya lumayan besar, dia akan bertahan dari penerjunan itu. Dan jatuh ke bumi sebagai hujan batu, hi... ngeri.
Sebuah kejadian luar biasa terjadi di Conneticut, AS, pada tahun 1980-an. Sebuah keluarga mendengar suara keras di atap mereka. Sedetik kemudian, sebuah pecahan meteor menembus langit-langit rumah mereka dan menggelinding di bawah meja makan. Mungkin “bintang jatuh”itu ingin makan bersama mereka. Akhirnya keluarga tersebut menyumbangkan sang tamu luar angkasa ke museum sains.
Di bumi, kejadian seperti itu mungkin jarang terjadi, tapi di bulan. Weleh-weleh... luar biasa. Kita dapat melihat dengan mudah tempat-tempat yang ditabrak oleh meteorit. Asal tahu saja, semua kawah dan lubang yang ada di permukaan bulan disebabkan karena tabrakan tersebut.Kalau anda ingin menikmati bintang jatuh lebih sering lagi, datang saja ke bulan. Tapi risiko ditanggung sendiri, misalnya anda ternyata jadi korban salah tabrak. Yang jelas, sekarang kita semua sudah paham, bahwa bintang jatuh hanyalah sebuah fenomena alam. Bukan sebab terkabulnya sebuah do’a. So, kalau mau berdo’a nggak perlu tunggu bintang jatuh lagi. Berdo’a aja dengan sepenuh keyakinan, percaya deh, pasti dikabulkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar