Selasa, 01 Maret 2011

Dua sosok

seharusnya salah satu pelajaran yang tidak terlupakan dalam kurikulum pendidikan adalah pelajaran tentang biografi. entah biografi orang-orang sukses ataupun biografi penjahat-penjahat kelas kakap dunia. tentu saja, hal penting yang ingin dipetik adalah mengambil ibroh dari perjalanan hidup mereka
sampai saat ini aku adalah sosok yang menyukai buku biografi. meski yang paling menarik adalah jika bisa belajar langsung dari sosok pemiliki biografi tersebut. selama kuliah di fkm dulu ada 2 sosok yang sangat kukagumi....bukan sekedar karena prestasi yang mereka punya, tapi karena karisma serta karakter yang dimiliki oleh 2 sosok tersebut
penasaran pastinya khan.....ok, 2 sosok itu adalah prof aca dan prof veni. bukan semata karena mereka dosen gizi. tapi memang diantara dosen-dosen yang pernah kukenal dua sosok ini begitu menonjol dalam kualitas kepribadian. mereka adalah sosok-sosok yang sangat luar biasa. sungguh.....
teringat tentang prof aca...ada satu kenangan yang akan selalu kutanam dalam-dalam di hatiku. kenangan yang bagi didiku pribadi sangat unik dan berkesan. ketika pertama kali bertemu dengan beliau terus terang hatiku seperti menemukan pijaran cahaya. sampai-sampai mukaku melongo karena takjub. bayangkan...satu sosok dengan kompilasi kecerdasan, ketegasan, kecermatan, keberaniaan, kebijakan, kelembutan, keramahan, kelucuan, romantisme dan kerendahan hati. kuliah yang beliau sajikan tak hanya teori semata tetapi juga dilengkapi contoh nyata lengkap dengan nilai-nilai yang bisa dipetik. setiap sesi kuliah bersama prof aca adalah kuliah yang bertaburkan nilai dan pengalaman. maka diriku pribadi kuliah itu menjadi sangat...sangat menyenangkan. prof aca selalu mengajarkan jangan takut untuk bermimpi...semua manusia pasti bisa asal dia memiliki kemauan...masalah boleh ada tetapi kau harus punya lebih banyak solusi dari masalah yang kau punya. tapi yang paling luar biasa dari itu semua adalah kerendahan hati yang dimiliki oleh seorang guru sejati. prof aca akan memberikan tempat dan nilai bagi setiap pribadi yang dikenalnya...hingga kau akan merasa bahwa kau sosok yang istimewa
maka dengan semua kekaguman itu munculah aku sebagai seorang pengagum rahasia...he..he...selalu jadi paparazzi _tanpa kamera_kemanapun langkah beliau tertangkap oleh pandanganku. ketika beliau berbaur bersama mahasiswa pada pertemuan POMD. atau ketika beliau berpagi-pagi untuk memotret kehidupan pengurus BEM di markas mereka. satu hal yang juga jadi suprise untukku prof aca ternyata adalah mantan jurnalis, aktivis dan juga seniman. puisi-puisinya sarat dengan kritik sosial.
suatu waktu, ketika beliau pensiun jadi dekan fkm saat itu setelah sholat subuh aku merasa hatiku sangat gelisah. aku ingin sekali beliau merasa bahwa kepemimpinan beliau sangat membawa manfaat bagi banyak orang. tapi aku tidak mungkin memaksa semua orang untuk menunjukkan itu kepada prof aca...maka kuputuskan aku akan mewakili suara hatiku sendiri. tapi dengan apa ya...dasar aku orang yang spontan dan impulsif segera saja kutuliskan ungkapan hatiku pada secarik kertas binder. surat itu lalu kumasukkan ke dalam amplop sederhana yang kubuat dari kertas kuarto. merasa masih kurang lengkap...kubuatkan sekuntuk mawar dari kertas krep untuk mendapingi suara hatiku itu. sebagai surat rahasia tentu saja aku tidak ingin seorang pun tahu tentang siap penulis surat itu...maka berpagi-pagi kudatangi kantor dekan untuk menyisipkan surat rahasia itu. setelah melakukannya betul-betul aku merasa bahagia yang tak terkira dan setelah itu tak ingat lagi tentang apa yang kulakukan pada bagi tersebut
setelah berwaktu-waktu...aku menemukan sebuah buku kecil di jurusan. tertarik, tanganku pun menyibak helai demi helai buku-buku itu...hatiku bergetar ketika kutahu bahwa buku itu adalah memori perjalanan dekanat prof aca selama dua tahu di FKM. dan getarannya lebih dahsyat lagi ketika kulihat pada daftar isis ada satu tulisan berjudu "surat cinta seorang mahasiswa" deg...deg....alangkah kagetnya aku ternyata surat itu adalah suratku. tak terasa mataku menghangat...entahlah...aku hanya terharu...tak pernah kusangka jika surat sederhana dan spontan itu akan mendapat kehormatan untuk menjadi bagian dari buku istimewa itu. terlebih ketika kubalik pada sampul buku itu ternyata tulisan tangankulah menjadi latarnya. sungguh...itu adalah hal yang sangat luar biasa bagiku
masih banyak hal luar biasa lainnya yang kukagumi pada prof aca...tentang kesederhanaannya...kebersahajaannya....bahkan tentang keluarganya. entah...aku hampi-hampir jadi fans manianya prof aca...he...he...he...intinya.....suatu ketika jika aku menjadi seorang pendidik maka aku akan jadi seperti prof aca...dicintai oleh murid-muridnya karena dia mendidik tak hanya dengan teori tapi dengan nilai, mimpi, cita-cita, hati dan usur-unsur kulitas lain yang tak mungkin disebutkan pada kesempatan ini. jika ada yang mau ikutan...silahkan menjejak pada tapak orang-orang bijak yang telah mencontohkan kebaikan pada kita semua
sosok selanjutnya adalah prof veni. ketika awal bertemu beliau pada sebuah acara dialog kemahasiswaan...aku menyaksikan beliau laksana lelaki cahaya. tojjeng ka....wajah beliau begitu berbinar dilengkapi dengan tanda sujud di dahinya. sosok yang lembut dan sangat cendekia. semakin lama diajar oleh beliau hati ini begitu sulit berpaling untuk tidak memilih gizi. pelajarannya begitu menarik dan dosennya juga sangat menyenangkan. semakin lama mengenal beliau ada banyak pelajaran yang bisa kuambil, yaitu sikap profesiaonal dan perfeksionis. jangan bikin setengah-setengah harus sempurna dan yang terbaik. beliau juga seorang penulis sejati...diantara segala kesibukan beliau masih juga mampu menulis. tidak hanya di jurnal nasional maupun internasional tapi juga di media lokal. ck..ck...sungguh mengagumkan. lalu cara berpikir beliau sangat sistematis, memiliki kecerdasan lateral diatas rata-rata. hobby banget membaca dan menulis. dan yang paling unik dari beliau adalah ketulusannya untuk menjadi seorang muslim sejati. beliau berdakwah dengan caranya sendiri. taruh contoh tentang jabat tangan antara lawan jenis, beliaulah diantaranya yang memudahkan dakwah tentang hal tersebut di fkm. ketika yudisium atau wisuda beliau tak pernah menyentuh tangan mahaiswi, sekedar mengatupkan tangannya di depan dada. sangat elegan
belum lagi usaha-usaha lainnya yang beliau lakukan untuk menguatkan Islam di FKM. yang paling luar biasa juga menurutku adalah ketika beliau menikahkan dua orang putrinya dalam usia muda. keputusan yang sangat tidak populer dan mengundang kontrovensi. tapi seperti itula prof veni beliau berjuang dengan senyumnya. belum lagi prosesi acara pernikahan yang dilangsungkan di pesantren yang tentu saja dengan ritual pesantren...pakai hijab pemirsa. padahal undangan prof veni pastinya orang-orang penting di Makassar. aku sungguh kagum pada sosok yang satu ini. yang paling kukagumi dari prof veni juga adalah koleksi buku-bukunya...yang hampir-hampir membuatku ileran..karena buku-buku itu tersedia dalam berbagai jenis. prof veni memang mewakili sosok cendekiawan muslim sejati...tetap tampil intelek tetapi tanpa menghilangkan identitas keIslamn beliau. nah...disaat kesibukannya menjadi dekan ...percaya tidak ternyata beliau tetap menyempatkan diri untuk menulis dalam lembaran yang sangat banyak. lalu diabadikan dalam meori dekanat, sebuah buku yang masih dalam proses pencetakan dan nanti dibagi-bagi gratis. duh...malu banget sama prof veni...beliau yang sangat sibuk masih sempat menulis...nah aku yang pekerjaannya juga tidak jelas malah hampir melupakan kesenangan yang satu itu. chayo semangat....pelajaran penting dari prof veni adalah jadilah penulis...apapun...kapanpun...dan siapun dirimu.
Alhamdulillah Allah Subhanahu Wa Taala mengizinkan aku untuk bertemu dengan banyak orang. semoga aku mampu mengambil kebaikan dari mereka untu memperbaiki diriku...amin Allahumma amin....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar