pada mata kurejam dalam-dalam
meski tak hendak namun dia memaksa
menyeruak dengan nanar
membuatku harus menatap
harus memandang
harus terpikat
harus berkata
aku tertawan
aku terpenjara cinta
kemana akan kubawa galau yang mendera
jika hatimu sekedar muara saja
tak pernah berbalas
maka cinta hanya jadi sejarah
tak akan tumbuh dan merekah
bagai bunga yang tertinggal di padang kerontang
maka akan kubiarkan
cinta itu layu saja
dalam hati yang tak bersuara
dan jiwa yang terdiam
tak kuasa
untuk menggenggam
tak berdaya untuk menjabat
tanganmu yang telah terikat
terpaut pada jemari lainnya
jemari wanita yang lebih awal
lebih awal memberimu cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar