kala aku terdampar
pada sebuah ruang hampa
tanpa rasa tanpa nuansa
hatiku bertanya
ada apa
acap...kulihat dunia penuh warna
namun tak jarang semuanya jadi kelam
tak berpijar
tak bercahaya
aku terperangkap dalam gelap
duh...semuanya kembali pada paradigma
aku tahu itu sejak lama
namun ketika semuanya menjadi fakta
begitu sulit hati untuk dijinakkan
sekedar kembali untuk menata
bongkahan hati yang terpencar kemana-mana
semua kembali para paradigma
aku tahu itu sejak lama
tapi hati tetaplah terluka
ketika kecewa itu memporandakan segalanya
aku ingin kuat
tak limbung ataupun tumbang
aku ingin gagah
laksana karang tak lekang diterjang ombak
aku ingin sempurna
seperti apa yang pernah kubaca
seperti apa yang pernah kuucap
seperti apa yang pernah kuharap
tapi ternyata,....aku hanyalah seorang insan
yang lemah
yang lupa
yang payah
dan akhirnya pasti binasa
Rabb...
ajari aku menata sukma
tegar dalam kesabaran
biarlah hatiku berdarah-darah
tapi setelah itu jadikan aku perkasa
menggenggam kebaikan pada prasangka
segala
aku tautkan pada kehendak
KehendakMu duhai penguasa mayapada
tak layak
sungguh tak layak
jika sebagai hamba
diriku lancang
menduga
menganggap
bahwa apa yang Engkau berikan pada sebuah kala
adalah kalkulasi semua rasa untuk hamba
aku pasti salah
karena aku paham
duka
bahagia
hanyalah permainan rasa
hanya permainan rasa
yang berdasar pada paradigma
itu saja
sebab apapun yang Engkau gariskan
tak ada yang salah
cuma hamba sering tak sabar
untuk menikmati semua rasa dengan sebenarnya
bersyukur kala mendapat bahagia
dan bersabar kala mendapat ujian
itu saja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar