Selasa, 01 Maret 2011

Obati dirimu sendiri

dalam kehidupan pasti semua orang pernah terluka, entah sekedar terjamah pisau tanpa sengaja ataupun tercabik lantaran kata meluncur tanpa tedeng aling-aling. luka pun bisa disebabkan laku yang tak menyenangkan ataupun praduga yang tak berdasar. dapat pula dikarenakan harapan yang tak kunjung kesampaian. laksana punguk merindukan bulan atupun hendak memeluk gunung.....namun tangan tak sampai
jika tergores pisau maka plester adalah penolong pertama, namun jika terluka karena ucap, prasangka, sikap ataupun keinginan mka hanya paradigma yang menjadi obat utamanya. kemampuan mengendalikan perpektif menuju kabaikan dan kebahagiaan semata. rumusnya nampak simpel dan sederhana, tapi yakinlah pada aplikasi hal itu jauh lebih menyesakkan ketimbang ditindih truk 500 ton .sungguh.....betapa berat menjadi sempurna...selalu berusaha menjadi baik....menjadi manis...patuh....taat....sungguh...akhirnya diri akan sering menemukan fakta bahwa ternyata aplikasi adalah hal yang sangat sulit. dimana penyempurna formula itu? menjadi tali yang mengfiksasi azzam pada komitmen awalnya. tak goyah ataupun berubah....ternyata keikhlasan adalah penyempurnanya. jika hanya keridhoan makhluk yang dinanti....maka penantian itu adalah hal-hal yang paling sia-sia.sebab makluk terlalu sering mengecewakan. dan satu hal yang menjadi aksioma...bahwa di dunia ini tak ada cinta yang paling kekal dan tak berpamrih selain cinta sang Pencipta. sedangkan makhluk semuanya bergantung pada asas kebutuhan. kau butuh maka kau cinta.....entahlah jika ada makhluk yang dapat mencintai tanpa kebutuhan....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar