erdiam pada satu jeda waktu....tak bermaksud untuk mengulangi sejarah kelam itu....hanya sekedar mengingat satu sosok yang dulu begitu akrab di telinga....Kartini namanya. ya....dialah salah seorang perempuan yang sedikit tercerahkan pada zamannya...tak sekedar mengikuti arus kehidupan Kartini memilih jadi pemerhati....pemikir....dan pendobrak. Jalan hidup yang cuma dipahami oleh secuil perempuan
hhh...perempuan. seperti cinta, perempuanpun tak pernah usai dibahas, Seluruh aspek kehidupannya adalah warna-warni penuh nuansa. sosok unik yang acap dicela karena kelemahannya..namun tak jarang dikagumi karena kehebatannya. ketika kucermati diriku...sungguh aku tak pernah menyesal ditakdirkan menjadi sesosok perempuan. meski harus menjadi sosok yang paling sering terluka. tetapi aku bangga menjadi perempuan karena bagiku perempuan adalah sosok yang paling altruistik...pengasih...dan pemaaf. perempuan memiliki serangkaian piranti untuk menjadi pecinta sejati. jangan jauh-jauh mencari contoh....sosok yang paling akrab dengan kita adalah seorang perempuan. dengan mengorbankan nyawanya sosok itu berjuang menghadirkan kita di dunia. senyumnya adalah matahari. wajahnya adalah rembulan. sentuhannya adalah kehangatan dan cintanya adalah sesuatu yang akan kau rindukan seumur hidupmu. dia pasti ibumu....
sering di kegelapan malam ketika mata begitu sulit untuk terpejam ingatan inipun berkelebat pada sosok itu....sosok yang memperkenalkan tentang cinta dan kasih sayang. ketulusan terpancar seperti mata air di hutan alami. tak pernah lelah ia mencinta...tak pernah letih ia menyayangi...memberi sepenuh hati dan tak memiliki tendensi apa-apa. bisa jadi ibu adalah salah satu sosok yang mencintai tanpa kebutuhan. kecuali kebutuhan untuk menyaksikan anak-anaknya berbahagia.apapun yang dilakukannya semata-mata untuk kebaikanmu. lalu mata inipun menghangat ketika teringat pula betapa sering aku menyakitinya...memberinya luka dan air mata kesedihan. betapa banyak janji-janji yang belum kupenuhi padanya. betapa sedikit bakti yang kupersembahkan padanya. kelebat sosoknya seakan menjamah tatapanku. sosok yang kian menua....sebentuk wajah berhias keriput penuaan....rambut terjuntai yang perlahan memutih...gerak yang tak lagi lincah dan sakit yang sering datang mengunjungi....semua kelebat itu membuatku tambah terluka....namun aku hanya mampu terisak dan terdiam dalam kerinduan
ibu...meski begitu banyak cinta yang telah kukenal...namun tak akan pernah ada cinta seindah cintamu...walau demikian banyak kasih yang telah kunikmati namun tak akan ada yang mampu menyamai kasih yang kau beri padaku. akan selalu kusimpan kenanganmu di dalam hatiku...setulus hati aku ingin berucap....ibu maafkanlah aku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar