Selasa, 01 Maret 2011

Menikmati Puasa

Pada bulan Ramadhan, kaum muslimin diperintahkan untuk berpuasa. Sebuah ibadah yang mungkin bagi sebagian orang terasa berat ketika dilaksanakan.

Karena puasa yang diharapkan bukan sekedar tidak makan dan minum, tetapi juga mengendalikan hawa nafsu
Meski dalam penglihatan sekilas, ibadah puasa terasa begitu menyiksa. Tetapi sebenarnya tidak juga. Walau tidak boleh makan dan minum mulai dari fajar sampai tenggelamnya matahari, tetapi sebenarnya begitu banyak kenikmatan yang akan diperoleh karena puasa.

Sebagaimana diketahui bersama, system pencernaan kita bekerja terus menerus tanpa henti. Bahkan ketika kita tertidur pun organ-organ itu masih tetap bekerja dengan semangat. Karena jika mereka berhenti bekerja maka tubuh kita akan kehilangan sumber energy yang dibutuhkan untuk menunjang kehidupan. Organ pencernaan itu mencerna semua makanan yang kita konsumsi. Mereka tidak pernah memprotes meskipun kita memasukkan berbagai macam makanan, baik itu yang panas, dingin, kecut, pedas ataupun pahit.

Seperti juga mesin pada kendaraan, organ pencernaan kita butuh untuk diitirahatkan. Maka berpuasa merupakan cara untuk mencapai hal tersebut. Melalui puasa system pencernaan kita dibersihkan dan beban kerjanya dikurangi
Jika kita berpuasa dengan sungguh-sungguh, dalam artian betul-betul berpuasa lahir bathin, maka kita akan menikmati beberapa manfaat lain. Diantaranya dengan puasa kita melatih mengendalikan diri. Contoh, pada saat berbuka, kita harus mengontrol sifat rakus kita untuk tidak makan secara berlebihan, meski siangnya kita betul-betul ingin balas dendam pada semua makanan itu.

Puasa juga membuat kita jadi lebih sabar. Karena orang yang berpuasa tidak boleh lekas emosi. Hal tersebut tentu memiliki manfaat jangka panjang bagi diri kita. Karena kehidupan di dunia butuh kesabaran
Selain itu, kita pun menjadi lebih jujur. Bukankah tidak akan ada orang yang tahu jika kita berpura-pura berpuasa, padahal kita sudah menghabiskan sepiring besar makanan. Tetapi kita betul-betul takut kepada Allah Subhanahu Wa Taala saja.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah puasa menumbuhkan kepedulian dan empati pada orang lain. Kita tidak akan pernah paham tentang sesuatu jika kita tidak pernah merasakannya secara langsung. Nah, puasa mengajarkan kita untuk lebih peduli dan empati pada orang lain. Karena jika kita sudah merasakan kelaparan dan kehausan maka kita jadi tahu apa yang dirasakan oleh orang-orang miskin. Sehingga hati kita akan lebih tergerak untuk membantu mereka
Semoga puasa kita adalah puasa yang berkualitas, sehingga setelah ramadhan kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amin...
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar