Jumat, 26 Juli 2013

Mars dan Venus



Pagi kembali menyapa. Dalam derap semangat kepalaku berputar memikirkan agenda sepanjang hari ini. Hari yang sibuk dan penuh dengan tugas-tugas. Jadwal yang padat dan hal-hal yang harus diselesaikan. Hari yang berderap dengan kehidupan. Hari yang bergegas dengan karya. Karena hidup adalah pergerakan.
Tiba-tiba aroma maskulin menyeruak di seluruh udara yang kuhirup. Suasana laut biru memenuhi paru-paruku. Otakku memindai dengan cepat. Ini bau laki-laki. Karena sibuk dengan pikiranku sendiri aku lengah dengan keadaan di sekelilingku. Tanpa sadar ternyata beberapa lelaki baru saja berkelebat di sisiku.
Laki-laki....hhh.....sosok asing itu. Seperti teka-teki berjalan. Mengurai pikiran dan hidup mereka layaknya berhadapan dengan sebuah riset tanpa ujung dan tanpa kesimpulan. Apalagi teori. Menelisik apa yang ada di hati mereka sama sulitnya seperti menemukan jarum di Samudera Atlantik. Memang nggak nyambung, tapi seperti itulah sulitnya memahami seorang laki-laki.
Allah yang Maha Kuasa menjadikan makhluk yang bernama laki-laki itu sebagai manusia yang pertama diciptakan. Atas kesepiannya, maka Allah pun menciptakan seorang teman yang bernama perempuan. Untuk menemaninya. Untuk menghiburnya dan untuk mencintainya. Perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk kirinya. Tak diciptakan dari tulang kepala, sehingga laki-laki tak perlu menjunjung dan menyembah  seorang perempuan. Pun tak diciptakan dari tulang kaki, calcaneus misalnya, agar perempuan tak diinjak-injak dan dijajah oleh laki-laki.. Tetapi dijadikan dari tulang rusuk agar ia menjadi pendamping. Sehingga laki-laki menempatkan perempuan di hatinya dan dalam dekap lengan kekarnya
Dalam ilmu Fisika, dikenal adanya tata surya beserta sembilan planet yang mengitarinya. Tersebutlah planet yang paling dekat dengan bumi yaitu planet Mars dan Planet Venus. Pada keseharian, meski laki-laki dan perempuan berada dalam satu bumi, namun mereka seperti hidup di planet yang berbeda. Laki-laki di planet Mars dan perempuan di planet Venus
Dalam pandangan perempuan, laki-laki itu adalah sosok yang egois. Selalu mau menang sendiri. Tak ada ruang bagi pendapat orang lain. Mereka selalu punya alasan untuk membenarkan segala hal yang mereka lakukan. Laki-laki tak pernah sudi untuk diatur atau diperintah. Apatah lagi oleh seorang perempuan. Hal yang paling sulit untuk diterima oleh seorang lelaki normal. Ya, hal tersebut bisa jadi memang kodrat yang diberikan Allah kepada mereka. Karena laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan.
Seorang perempuan yang telah menikah pernah menuturkan hasil pengamatannya tentang sifat laki-laki. Sebuah teori yang didapatkan dari observasi langsung selama hampir sembilan tahun pernikahannya. Didapatkan kesimpulan bahwa laki-laki itu cenderung berpikir praktis. Mereka fokus pada satu masalah saja. Kurang peka dan kurang mampu berempati.Tak suka ditentang dan tak suka dilawan. Mereka adalah makhluk yang sangat dominan dan berpikir dengan otak kiri mereka
Sedangkan perempuan diberikan oleh Allah kecerdasan bahasa yang melebihi laki-laki. Titik broka di otak perempuan berkembang dengan sangat baik sehingga mereka sangat suka berbicara. Mereka juga sangat perasa dan sensitif. Dominan berpikir dengan otak kanan sehingga mereka sangat pandai berempati. Ini penjelasan ilmiah kenapa kaum hawa sangat suka ngerumpi dan ngegosip.
Nah, hal tersebutlah yang biasa memicu munculnya fenomena piring terbang di beberapa rumah tangga. Lantaran persoalan sepele perabot yang dibeli dengan susah payah hancur dan musnah dalam waktu singkat. Karena laki-laki tak suka dilawan sedangkan perempuan sangat suka berbicara, maka masalah kecil merebak menjadi sebuah pertengkaran dasyat. Omelan-omelan dari perempuan tak jarang memicu amarah laki-laki yang menyebabkan fenomena tangan melayang juga menyertai pertengkaran itu.
Ah, andai laki-laki dan perempuan bisa lebih dewasa. Mengapa perbedaan justru dijadikan peretak. Bukankah Allah menciptakan perbedaan itu pasti dengan sebuah hikmah. Seyogyanya, perbedaan tidak menimbulkan perpecahan. Namun justru dengan perbedaan itu laki-laki dan perempuan bisa saling melengkapi. Seperti sepasang hati yang saling menggenapkan dan saling mengisi. Mengapa piring dan gelas itu tak diisi dengan beberapa potongan bolu coklat dan teh hangat? Dari pada saling melempar, lebih baik duduk berhadapan. Bicara sembari menikmati bolu coklat yang legit dan hangatnya teh melati. Pernikahan diawali dengan cinta, harusnya dijalani dan diakhiri dengan cinta pula
By the way, bicara memang mudah. Namun menjalaninya itu akan sangat....sangat....sangat sulit. Lebih mudah mengamati daripada melakoni. Ketika jadi jomblo enak sekali bicara dan bermimpi tentang hubungan yang ideal. Tapi, coba lihat kalau nanti sudah menikah? Mampukah bertahan dengan keidealan itu?
Sudahlah....yang jelas minimal sudah ada niat baik untuk menghadapi kekisruhan dalam rumah tangga. Konon, kuncinya ada pada perempuan. Satu hal, bukan, dua hal malah, yang harus selalu dilakukan oleh seorang istri. Bersabar dan mengalah. Sampai kapan???? Sampai kebahagiaan itu selalu ada dalam rumah kita dan sampai ruh kita telah menjumpai RabbNya.
Mungkin sebagian besar perempuan akan protes dan tak sepakat. Ya...boleh-boleh saja. Kita akan membahas ini pada bagian lain, sehingga kita bisa berbagi tentang makna menjomblo, makna menikah dan makna menjalani kehidupan bagi seorang perempuan. Seorang makhluk yang diciptakan demi sebuah misi agung.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar