Jumat, 26 Juli 2013

Surat Dari Seorang Lelaki



Saudariku yang dimulyakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sungguh  Allah telah berfirman ”Dan Barang siapa yang mentaati Allah dan RasulNya maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. Saudariku, yang di mulyakan oleh Allah Subhanahu Wa taala,  dalam kehidupan kita tak ada kebahagiaan  sempurna selain kebahagiaan seseorang dalam rumah tangganya dan kebagiaannya kelak di akhirat. Dan tidak ada penderitaan yang paling menyakitkan selain penderitaan seseorang dalam rumah tangganya dan penderitaannya kelak di akhirat. Maka siapa saja yang merasa bahagia menjalani kehidupan rumah tangganya maka iapun pasti merasa bahagia menjalani hidup selainnya. Begitu pula sebaliknya, jika ia merasa kehilangan ketenangan jiwa dalam menjalani kehidupan rumah tangganya maka kehidupannya bersama yang lain pun akan terasa membosankan dan menyusahkan.
            Saudariku.... tahukah engkau bahwa kebahagiaan bukanlah bintang ajaib yang jatuh pada setiap kita lantas kita akan merasakannya, dan siapa yang tidak mendapatkan bintang itu maka hidupnya akan menderita dan susah. Akan tetapi kebahagiaan terjadi di luar kemampuan manusia. Terjadi di luar ambang batas kesanggupan manusia. Dan itu hanya bisa diraih dengan tekad yang kuat, usaha dan juga kerja keras. Kebahagiaan  yang penuh aral melintang dan juga batu terjal menghadang, kebahagiaaan hakiki yang menjadi janji rabbul izzati kebahagiaan yang tak jarang membuat orang mati dalam menitinya sehingga menjadikan sedikit sekali orang yang merindukannya. Karena indahnya dunia dan banyaknya harta telah mengalahkan dan menghilangkan janji Rabbnya.
Saudariku yang dimulyakan Allah, satu-satunya jalan yang dapat mengantarkan kita kepada kebahagiaan dan ketenangan hidup di dunia, keselamatan serta keberuntungan kita di akhirat adalah ketaatan kepada Allah dan RasulNya. Ketaatan yang menuntut keikhlasan, ketaatan yang tidak menjadikan hati menjadi berat, ketaatan yang meminta penerimaan yang tulus dalam diri kita. Ketaatan yang dibuktikan dengan pengorbanan harta, keluarga, bahkan jiwa. Oleh karena itu,  saudariku yang dirahmati oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sungguh indah jika tatanan rumah tangga dihiasi dengan bingkai ketaatan  kepada Allah dan RasulNya, alangkah bahagianya bila suamimu adalah orang yang senantiasa mendermakan hidup, harta dan jiwanya untuk meraih kemulyaan di sisi Allah. Keningnya selalu tunduk karena sujud, lisannya tak pernah lelah karena berdzikir, keringatnya tak pernah kering dan debu selalu menyelimuti tubuh serta pakaiannya karena kecintaan berjuang di Jalan Allah. Engkau... ya engkau dan anak-anakmu tak pernah memalingkannya untuk meraih kemulyaan di sisi Rabbmu, justru suamimu akan menjadikanmu dan anakmu sebagai bahterah yang menyelamatkan kehidupannya dan bukan sebagai penghalang atau penghancur kebahagiaan. Suamimu akan menanamkan keperwiraan dan qonaah kepada keluarganya juga tidak pernah berkecil hati dengan pemberian Rabbnya
Alangkah mulyanya jika dirimu mendermakan hidup, harta dan jiwamu untuk meraih kemulyaan di sisi Allah. Kemulyaanmu akan kau raih dengan ketaatan kepada suamimu, selalu menjaga rahasia, harta dan kehormatan suamimu. Karena tahukah engkau surga dan nerakamu tergantung pada ketaatanmu kepadanya. Biarkanlah bibir merahmu yang merekah selalu tersenyum simpul dengan pemberian suamimu yang tercinta. Biarkanlah dari tanganmu yang lembut dan mulya tumbuh dan berkembang sosok perwira. Malammu selau dihidupkan untuk berdo’a, memohon dan merajuk pada Rabbul Izzati demi kemulyaan anak dan suamimu. Engkau tidak akan pernah rela jika suamimu tergoda dengan kenikmatan dunia yang fana dan hatimu pun tak akan pernah tenang jika suamimu lari dari ladang perjuangan. Engkaupun tak ingin menjadi penghalang suamimu untuk meraih kemulyaan. Karena itu saudariku, banggalah dengan dirimu karena dirimu adalah istri seorang mujahid, dan engkau bukanlah istri seorang konglomerat. Kalau suamimu ingin meninggalkan jihad ini dan kerja siang malam setengah mati mungkin rezkinya di sana akan memberikan tambahan uang untukmu. Tapi engkau akan mendapatkan banyak kerugian dalam kehidupanmu. Tahukah engkau saudariku, seorang suami yang jauh dari jihad, jauh dari dzikir dan jauh dari Islam akan senang bermain di luar, berkhianat di luar dan dia tidak pernah bisa mendidik dan membuat anak-anakmu berjiwa militan. Saudariku akhirnya engkau pun akan menua, layu dan mengenang masa lalu yang kelam. Tapi jangan pernah lupa di rumahmu ada seorang mujahid. Yang dengannya engkau bisa meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat, Insya Allah








Tidak ada komentar:

Posting Komentar